China Trip DAY 5 : Forbidden City, Literally

9 Maret 2013

Hari ini adalah hari terakhir kami di Beijing dan gak full satu hari karena siangnya kami harus ke Shanghai. Hari ini kami akan mengunjungi Tiananmen Square dan Forbidden City. Bagi yang mau kesini bisa mengambil rute berikut:

Tiananmen Square

Subway Line 1: get off at Tiananmen Dong or Tiananmen Xi Station.
Subway Line 2: get off at Qianmen Station. Get out from Exit A or B and walk north.
Tiananmen Tower : CNY 15 (8:30 to 17:00)
The Monument to the People’s Heroes : Free
The Great Hall of the People : CNY 30 (9:00 to 14:00)
Chairman Mao Memorial Hall : Free (8:00 to 12:00)
National Museum : Free (9:00 to 17:00)

Forbidden City
Subway Line 1: get off at Tiananmen West or Tiananmen East Station, walk north through
the Tiananmen Tower (Gate of Heavenly Peace), and then you’ll find the Meridian Gate
(south gate)
Subway Line 2: get off at Qianmen Station and walk north through the Tiananmen Tower.

Ticket:
CNY 40 (Nov. 1 to the next Mar. 31); CNY 60 (Apr. 1 to Oct. 31)
08:30 to 16:30 (Nov. 1 ‐ the next Mar. 31); tickets not available after 15:30 and last entry at
15:40.
08:30 to 12:00 (Monday, Nov. 1 ‐ the next Mar. 31); tickets not available after 11:00 and last
entry at 11:10.

08:30 to 17:00 (Apr. 1‐ Oct.31); tickets not available after 16:00 and last entry at 16:10.

Didepan Tianmen Square kita bisa liat poto Mao Zedong gedooooooong banget. Mausk kedalam lumayan ketat karena beberapa pengunjung harus diperiksa oleh petugas. Tapi kita sih nggak *pasang muka songong.

Karna hari ini adalah hari sabtu, pengunjung yang datang lumanyan banyak. banyak banget malah!!Kita lumayan keder juga karena kita gak bisa dapet informasi yang jelas. semuanya dalam bahasa china. Akhirnya kita nemu loket karcis. tapi orang-orang kok pada gak beli tiket ya? ternyata eh ternyata itu tiket buat ke The Great Hall of the People. Yaaah…salah beli deh, karena kita cuma mau liat forbidden city aja (tempat yang lainnya kayaknya kurang menarik). Penasaran sama yang kita biasa liat di film-film kungfu cina, kayak apa sih yang namanya “Kota Terlarang”.

Akhirnya sampai juga di kota terlarang, sebenernya awalnya kita juga mereka-reka..ini bukan sih yang namanya forbidden city.

CIMG2054 CIMG2009 CIMG2027 CIMG2030 CIMG2040 CIMG2053

Setiap istana memiliki patung hewan di ujung kiri kanan atapnya. Jumlah hewan menunjukkan seberap penting istana tsb. Semakin banyak jumlah hewan yang ada di atap istana, semakin penting istana itu. jika jumlahnya sembilan berati istana itu adalah istana kaisar, delapan untuk permaisuri, dst (gak tau juga urutannya).

Setelah puas dan bingung melihat-lihat forbidden city, akhirnya kita berdua keluar dari tempat itu dan dimulailah cerita “sisi lain beijing”. Begitu keluar banyak orang yang menawari jasa becak. SARAN: JANGAN PERNAH NAIK BECAK DARI FORBIDDEN CITY!!IT IS FORBIDDEN!!! 

Laki-laki itu menawari kami becak “3” . we reply “only 3 yuan???” kita mikir (3 yuan = Rp. 4800) ini murah atau emang deket. tapi klo dipikir-pikir memang deket. kita keluar di pintu belakang forbidden city dan kita mau diantar ke depan and we said it cleary to the jerk guy” . Sebenernya sih Galih dah curiga, tapi entah karena capek atau dah bosen dan memburu waktu kereta ke Shanghai, akhirnya kita memutuskan naik becak.

Kita dibawa ke jalan-jalan kecil gak jelas. Di tengah jalan, si tukang becak ketemu tukang becak lainnya dan gw disuruh pindah ke becak yang baru kita temui “heavy..heavy” maksud lw?? kita gemuuuuk??. Tukang becak yang baru ini masih lebih muda dibandingkan tukang becak pertama. Masih belum curiga, kita dibawa muter-muter  sampe di tengah jalan kok belum keliatan juga poto Mao Ze Dong (depan tian an men). Harusnya sangat dekat, tapi kenapa gak sampe-sampe. ” Is it still far?” tanya galih, “Yes, Tian an Men  is very big!” jawab tukang becak jelek itu. Hmmm…sambil (tidak) menikmati pemandangan sekitar tiba-tiba kita di turunin di mulut gang yang sangat kecil, lebarnya kurang dari 1,5 m. Tembok gang sangat tinggi dan terbuat dari batu bata warna abu-abu.  Dari mulut gang kita hanya terlihat tembok, sepertinya ada belokan ke kiri. Tukang becak itu bilang keluar dari gang ini adalah tian an men. Daaaaaaan tiba-tiba dia mengeluarkan kertas tulisannya “Hutong Tour” CNY 300. Terbelalak ” How much?” masih gak percaya. Lalu si tukang becak tua jelek itu menegaskan “300”. Spontan gw langsung bilang “No!! the man over there told us that it’s only 3 yuan.” tukang becak kekeh ” No, 300″. gw dan galih liat-liatan ” ok. we dont have enough money, we only have 100 (usaha nawar, biasanya liat tampang kita yang imut dan melas, cara ini selalu sukses). Alih-alih si tukang becak itu iba, doi malah gebrak becaknya ” No, 300!!” nyante kali bang!!! udah mulai ketar-ketir juga secara di gang ini gak ada orang. mulai mikir yang nggak-nggak. dari pada kita di rampok atau di perkosa (naudzubilah minzalik) mending ilang uang 300 yuan. Akhirnya dengan berat hati kita kasihkan duit 300 yuan yang udah kita sayang-sayang buat wisata di shanghai dan buru-buru kita lansung pergi dari tempat itu. jalan cepat setengah lari kami menyusuri gang belok kiri belok kanan belok kiri lagi baru kita bisa liat jalan raya. Bukannya seharusnya kita ada di depan tian an men square??!! Damn!!!!! kita di tipu. Suara gw dah setengah gemetar mau nangis karna kesal. ngebayangin duit ilang. ” galih, kita dimana?” gw dah gak bisa mikir!! Untungnya sahabatku, Galih, dalam keadaan spt ini malah bersikap tenang dan gak panik. (kebayang gak sih klo dua-duanya panik??). ” Nyebrang, pun…hotel kita ada dibalik gedung ini” kata galih. (wiiiihh…hebat juga si galih, mappingnya kuat). Pas kita nyebrang, noleh ke belakang kita liat abang tukang becak kedua itu keluar dari mulut gang itu trs lsng make capuchonnya seakan mau nutupin mukannya. Asli gak sih doi ngikutin kita??. Mungkin mereka mau memastikan kita gak lapor polisi (percuma juga lapor polisi, polisi juga gak bisa bahasa inggris) atau….mau berniat lebih buruk lagi?? (alhamdulilah kita masih di lindungi Allah SWT. Terima kasih ya Allah.)

Begitu sampai di hotel, kita berdua mencoba menenangkan diri sambil liat segi positifnya. “Klo di cina belum ketipu rasanya ada yang kurang. Klo belum ketipu belum ke Cina namanya”. pemikiran yang aneh sih tapi at least bisa bikin hati agak senang. Gw sama galih sama-sama diem mungkin kita masing-masing mikirin dengan duit segitu kita bisa dapat jaket kulit 1 dan 2 pasang sepatu di Silk Market. ” Ikhlas, pun” tiba-tiba galih ngomong. “Iya gal, siapa tau kita dapet rejeki berlipat ganda” sahut gw. (siapa tau kita nemu harta karun dari dinasti Ming atau nemu topi yang ternyata punyanya mao ze dong dan di lelang dengan harga milyaran – ngaco)

Sudah jamnya kita harus pergi ke stasiun kereta untuk melanjutkan perjalanan kita ke Shanghai. Untuk ke stasiun kita naik taxi dengan argo sekitar 30 yuan. Di perjalanan menuju stasiun, “puni, gw sedih. harusnya td kita gak naik becak ya gal” kata galih. ” Ha?” tanya gw heran “Lw kemana aj gal??” hahahahahahhahahaha. Galih emang suka delay atau terlambat sedih. yang lainnya udah move on dia baru “nyadar”. galih…galih…sepanjang jalan kita mulai ketawa-ketawa dan sedikit melupakan kejadian menyebalkan tadi.

saran: klo mau wisata hutong, lebih baik sewa sepeda dan jalan-jalan sendiri. Biasanya di hostel-hostel menyediakan jasa penyewaan sepeda dengan harga 15 yuan.

CIMG2115

ini nih DPO GlaRe House, klo temen-temen jalan-jalan ke cina dan liat ni orang tolong balaskan dendam kami!!! (bukan yang cewek, yang cewek mah galih)

CIMG2125

salah satu sudut jalanan Hutong. gak jelas.

Sesampainya di stasiun kereta yang megah. terheran-heran kita ngebandingin sama stasiun gambir yang kalah jauuuuuuuuuug banget. Pas jamnya makan siang, dan klo lagi kesel biasanya orang jadi lebih laper, kita pesan burger yang paling besar. heheheh..

CIMG2132

CIMG2134

duduk santai di dalam bullet train. sambil ngobrolin hal-hal yang gak penting sampai hal besar seperti perdamaian dunia dan kesejahteraan di Indonesia. Perjalanan beijing-shanghai dengan menggunakan bullet train takes less or more 5 hours. Para budget traveller harus naik ini (dibandingkan naik pesawat, kecuali promo) dan cobain sensasi dan pengalaman naik Bullet Train. Di dalam Bullet Train rasanya kita jalan lamaaaaaa banget, masih ngebutan kereta ekonomi bogor-depok, padahal kecepatanbullet train mencapai 300km/jam. hehehhe

Keretanya bersih, tempat duduknya empuk (lebih nyaman dibandingkan kursi pesawat cebu), kamar mandinya bersih (kayak kamar mandi pesawat Garuda, lebih luasan dikit malah), ACnya dingin. nyaman deh pokoknya. Seapanjang perjalanan kita ngobrol (ngomongin tragedy tian an men juga sedikit) sampai kita tiba di Shanghai. Shanghai, he’re we come…!!!!

CIMG2131

Advertisements

2 thoughts on “China Trip DAY 5 : Forbidden City, Literally

  1. Haii Rani & Galih… asiik banget baca blog kalian, foto2 nya bagus2 lagi, Bagi info utk bullet train nya dong, besok agt kami mau naik bullet train juga dari beijing ke wuxi, tuh foto diatas foto tiket keretanya yah? G19 apaan artinya? ada nomor kursi juga ga? kayak dipesawat gitu? atau boleh sembarang duduk aja hhehehehe…(gw ga bs bhs cina neeehh ;P )

    • Hai Sisca, Waaah..bulan agustus ya? musim summer dong. jangan lupa bawa parfum buat semprot-semprot. Bakal bau keringet org cina dimana mana. hehehe (ini beneran, klo gak biasa agak mengganggu)

      Klo gak salah, G19 itu no kereta. Masuknya dari Gate 10 (no deket barcode), Nah no kursinya yang di samping tanggal (gerbong 6 kursi 2A dan 2B). Klo nginep di hostel biasanya ada jasa beliin tiket. cuma nambah 15 yuan klo gak salah dari harga tiket (dari pada ribet) Nanti sama org hostelnya dijelasin arti-arti nomer di tiket itu. (aku juga agak lupa. hehehhe)

      Nah pas kita antri di Gate untuk naik ke kereta. Jangan kaget klo kita di suruh belakangan naik. Aku juga gak ngerti alasannya apa, karena petugasnya juga gak bisa menjelaskan dengan bahasa inggris. cuma bilang “later..later..”. Mungkin untuk memudahkan pengecekan paspor kita kali yaaa..

      Ga penting juga bahasa cina, gw bawa kamus bahasa cina juga gak guna..karena pronoun kita pasti beda. jadi mereka juga gak ngerti. Pakai bahasa tubuh aj, atau tunjukin gambar. Oh ya, selalu bawa alamat hotel kamu dalam tulisan china yaa ..mereka gak bisa baca tulisan latin (buat ke tukang taxi, atau klo pas jalan nyasar kayak kita. heheheh)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s